Empat orang ditahan di sebuah toko kue di Ankara ketika sedang membicarakan tentang pergi dari Turki dikarenakan pnekenanan yang dilakukan pemerintah.

Polisi Ankara menangkapi mereka disebuah toko kue di daerah Etimesgut, mereka yang ditangkap adalah seorang pengacara, guru dan mahasiswa.

Dilaporkan bahwa polisi menyita $6.500, foto untuk ukuran paspor dan tanda pengenal yang bukan milik dari tersangka.

Pengacara sendiri telah memiliki surat keputusan penahanan yang dikeluarkan pengadilan atas dirinya, dikarenakan hubungan mereka dengan Gulen Movement. Yang mana gerakan ini dituduh pemerintah sebagai dalang percobaan kudeta.

Pasca percobaan kudeta  15 Juli 2016 lalu, Turki telah menahan lebih dari 120,000 orang dan memenjarakan lebih dari 50,000 orang sebagai bentuk penekanan terhadap orang-orang yang dituduh terlibat. Tahanan-tahanan juga termasuk juga didalamnya akademis, hakim, dokter, guru, pengacara, mahasiswa, polisi dan masih banyak lagi orang-orang yang dimasukkan ke penjara pra-peradilan

Pelaksanaan hukum sejauh ini telah menyeret ratusan orang yang berusaha mencoba untuk keluar dari Turki secara ilegal ke negara tetangga.

Dikarenkan ketidaksenangan pemerintah, hingga saat ini pemerintah Turki telah membatalkan paspor ribuan orang dan banyak juga yang diberikan sanki tak dapat berpergian kepada banyak orang.