Seorang penduduk Turki yang telah menggunakan hak pilihnya untuk referendum, meninggalkan sebuah catatan kecil yang bertuliskan dia telah kehilangan pekerjaannya dikarenakan kebijakan atas kebencian yang di buat oleh Presiden Recep Tayip Erdogan.

Kotak suara yang di yang berada di seluruh kedutaan besar turki di seluruh dunia telah terbuka untuk warga Negara yang tinggal di luar negri, sementara warga Negara yang tinggal di dalam negri menggunakan suranya pada tanggal 16 april mendatang. Erdogan sedang berusaha mengubah Turki menjadi sistem Presidensial untuk mendapatkan kekuatan yang lebih jika suara “YA” menang.

Seorang warga yang tinggal di Amsterdam membagikan foto suaranya dan catatan kecil bahwa dia telah kehilangan pekerjaannya.

“Saya telah berada di Belanda, dan jauh dari rumah selama 40 tahun dan telah menjadi pendukung AKP selama 15 tahun, dan saya kehilangan pekerjaan usai perselisihan yang mulai dengan penolakan atas kedatangan Mrs Betul. Lalu saya juga berselisih dengan teman asing saya karena alasan yang sama. Kau telah membawa kebencianmu hingga kesini, dan mencemari nama baik kami disini” bunyi catatannya.

Pemerintah Turki telah melawan orang yang anggap musuh dengan sangat agresif di tahun terakhir ini. Pasca 15 Juli percobaan kudeta yang gagal, lebih dari 130,000 orang tela kehilang pekerjaannya, 115,000 telah ditahan dan 47,000 ditangkap. Pemerintah meminta kepada warga negaranya untuk melapokan warga yang tak sepakat ke polisi atas tindakan terorisme.

Hubungan Turki dan Belanda terakhir ini telah menjadi sangat mengkecam sejak The Hague menolak kedatangan dua Mentri Turki untuk datang ke Belanda untuk melakukan kampanye.

Sebuah polarisasi bahasa politik di negara yang telah meluas sejak Erdogan mengatakan belanda sebagai Fasis. Banyak warga expatriat Turki yang dilaporkan menyetujui dengan pemberian label tersebut sementara banyak juga yang lain berfikir akan membuat mereka semakin terisolasi setelah keributan tersebut.

Related News