Yeni Asya seorang kolumnis dari Kazım Güleçyüz merilis sebuah surat dari anak mantan perwira polisi yang ditahan atas dugaan penggunaan aplikasi ponsel pintar yang kontroversial, ByLock meskipun fakta mengatakan bahwa ia hanya menggunakan ponsel tipe lama yang tidak kompatibel dengan fitur-fitur smartphone.

“Saya seorang mahasiswa jurusan sosiologi. Ayah saya adalah seorang polisi yang telah berpengalaman selama 22 tahun. Dia diberhentikan dengan keputusan pemerintah No 672. Kemudian ia ditahan dan dimasukkan ke dalam penjara pra-sidang dengan tuduhan penggunaan fitur ByLock. Tapi, ayah saya menggunakan ponsel tipe lama yang tidak mungkin bisa digunakan untuk fitur ini,” kata isi surat tersebut.

Turki menyelamatkan upaya kudeta militer pada 15 Juli yang menewaskan lebih dari 240 orang dan melukai lebih dari seribu orang lain. Segera setelah kudeta itu, pemerintah dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) bersama dengan Presiden Recep Tayyip Erdoğan menyimpulkan bahwa kudeta ini disutradarai oleh gerakan Gulen, yang terinspirasi oleh ulama Turki Fethullah Gulen yang kini berada di AS. 

Puluhan ribu pegawai negeri sipil, polisi dan pengusaha telah diberhentikan atau ditangkap karena menggunakan fitur ByLock sejak upaya kudeta yang gagal Juli lalu.